Berinvestasi Saham Harus Jadi Gaya Hidup

Berinvestasi saham… Yakin???

Coba sejenak kita bayangkan, berapa banyak barang yang dapat kita beli dengan uang IDR 100.000 pada 3 tahun yang akan datang? Lebih sedikit atau lebih banyak jumlah barang yang bisa kita beli? Dan apakah harganya cenderung naik atau turun? Tentunya semua setuju bahwa jumlah barang yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit karena harga barang tersebut cenderung naik.

Kemudian coba dibandingkan dengan pendapatan yang kita peroleh dalam tiga tahun ke depan. Apakah naik, tetap atau malah turun? Jawabannya pasti beragam tergantung dengan pencapaian kita ke depan.

Tapi yang pasti pengeluaran kita akan meningkat setiap tahunnya, sehingga suatu waktu akan menjadi masalah keuangan yang dirasakan setiap orang pastinya. Lalu bagaimana solusi untuk masalah keuangan tersebut? Salah satu jawabannya adalah berinvestasi saham.

Kenalan dulu yuk dengan arti kata-kata saham di infografis berikut.

Apa-itu-saham?
Source : Pinterest
Baca dulu sebelum mau lanjut ya

Solusi tapi Bermasalah itulah Seni Berinvestasi Saham

Namun berinvestasi saham tidak langsung menyelesaikan masalah keuangan kita karena kegiatan ini perlu proses dan tentunya memiliki resiko. Dalam berinvestasi saham dikenal prinsip semakin tinggi keuntungan yang diperoleh maka semakin tinggi pula resiko yang akan dihadapi. Jadi perlu kehati-hatian dalam berinvestasi saham.

Sebelum kita terjun sebagai investor saham maka harus mengenal resiko-resiko yang akan dihadapi pada info grafis sudah dijelaskan secara singkat mari kita kenal lebih dalam, adapun resiko-resiko tersebut adalah :

  1. Capital loss
  2. Rasio likuidasi
  3. Tiada Dividen
  4. Delisting

No pain no gain

Tentunya selain ada dua resiko tersebut, tentunya dalam investasi saham memiliki keuntungan yaitu berupa :

  1. Dividen
  2. Capital gain

Keuntungan inilah yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk permasalahan keuangan yang akan kita hadapi di masa depan serta membawa kita kepada kesejahteraan.

Jadi tunggu apa lagi, ayo jadikan berinvetasi saham sebagai gaya hidup.

Bagi Investor saham adalah kepemilikan perusahaan, bukan alat spekulasi jangka pendek.

Who Wants to be a Smiling Investor – Lukas Setia Atmaja dan Thomdean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.